Strategi Baru Indonesia-Thailand Bertujuan untuk Mengangkat Industri Kreatif ke Panggung Global

Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia, melalui Deputi Bidang Pengembangan Strategis, telah menerima kunjungan delegasi dari Kantor Komisi Pengembangan Sektor Publik Thailand di Gedung Pesona Indonesia Film di Jakarta.

Inti dari pertemuan tersebut adalah kesepakatan untuk memperbarui dan memutakhirkan Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama industri kreatif, yang awalnya ditandatangani pada tahun 2019 dan berakhir pada tahun 2025. Kedua belah pihak mengakui bahwa kerangka kerja tersebut sekarang harus dikalibrasi ulang agar sesuai dengan dinamika industri saat ini.

Ketika pertama kali disepakati, MoU 2019 meletakkan dasar untuk memperkuat ekosistem kreatif Asia Tenggara. MoU ini mencakup berbagai subsektor dan memfasilitasi pertukaran kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, dan adopsi teknologi digital. Namun, seiring dengan terus berkembangnya ekonomi kreatif global secara pesat, Indonesia dan Thailand sepakat bahwa kemitraan ini harus diperkuat dan dimodernisasi agar tetap responsif terhadap peluang yang muncul dan perubahan permintaan pasar.

Menyoroti pentingnya hubungan tersebut, Agus Syarip Hidayat, Direktur Studi Strategis dan Manajemen di Kementerian, menggambarkan Thailand sebagai salah satu mitra strategis utama Indonesia dalam memajukan ekonomi kreatif. Mengutip data dari Badan Koordinasi Penanaman Investasi Indonesia (BKPM), yang diolah ulang oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian, ia mencatat bahwa perdagangan ekonomi kreatif bilateral mencapai US$1,54 miliar antara Januari dan November 2025. Sektor-sektor unggulan meliputi produk kuliner, penerbitan, kerajinan, dan fesyen.

“Thailand adalah salah satu tujuan utama ekspor ekonomi kreatif Indonesia. Hal ini menyoroti potensi signifikan kerja sama bilateral. Kami melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperbarui dan menyesuaikan kembali kolaborasi kami untuk membangun kemitraan yang lebih kuat, sekaligus memperdalam hubungan antara negara dan rakyat kita,” kata Agus pada hari Jumat (13 Februari 2026).

Dengan latar belakang ini, kedua pihak menjajaki beberapa jalur konkret untuk kolaborasi. Ini termasuk partisipasi Indonesia di Grand Halal Bangkok sebagai platform untuk memperkuat produk kreatif halal, inisiatif produksi bersama melalui Festival Film Thailand-Indonesia, dan kemitraan industri game melalui gamescom asia x Thailand Game Show untuk memperluas akses pasar dan menarik investasi sektor digital.

Pada saat yang sama, Indonesia menegaskan kembali posisinya dalam ekonomi kreatif global, menggarisbawahi bahwa keunggulan kompetitifnya terletak pada kekayaan keragaman budayanya. Pemerintah juga mendorong pengembangan kekuatan kreatif regional sebagai sumber inovasi dan nilai tambah ekonomi.

“Ekonomi kreatif Indonesia dibangun di atas kekayaan budaya dan potensi regional. Kami memperkuat ekosistem kreatif melalui model kolaborasi heksaheliks yang menyatukan pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat, media, dan lembaga keuangan. Melalui model ini, kami bertujuan untuk memposisikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru, yang tumbuh dari daerah dan memberikan dampak nasional,” jelas Agus.

Sebagai bagian dari upaya untuk memperdalam keterlibatan di luar pertukaran bilateral, Indonesia mengundang Thailand untuk berpartisipasi dalam Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE), yang akan diselenggarakan tahun ini sebagai forum global untuk mempromosikan ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan.

Menggemakan penekanan pada kerja sama yang lebih kuat, Hathaichanok Frumau, Wakil Kepala Misi di Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Jakarta, menggambarkan ekonomi kreatif sebagai pilar strategis pertumbuhan nasional dan menekankan urgensi untuk menghidupkan kembali MoU tersebut.

“Ekonomi kreatif merupakan sektor vital bagi pertumbuhan ekonomi kita. Untuk mencapai kemitraan strategis yang lebih kuat, kerja sama antara Thailand dan Indonesia perlu diperbarui dan diaktifkan kembali sejalan dengan perkembangan industri saat ini. Kami berharap dapat mempercepat implementasi dan memperluas kolaborasi sehingga kedua negara dapat muncul sebagai pemain global dalam ekonomi kreatif,” ujarnya.

Delegasi Thailand, yang juga melakukan kunjungan studi untuk meneliti perencanaan strategis dan diplomasi kekuatan lunak Indonesia dalam memajukan ekonomi kreatif, menekankan pentingnya menerjemahkan dialog menjadi kerja sama yang nyata. Ini termasuk memperluas pertukaran investasi, mengembangkan industri konten digital dan gim, serta berpartisipasi dalam inisiatif strategis untuk meningkatkan posisi global kedua negara.

Pada akhir pertemuan, Indonesia dan Thailand menegaskan kembali komitmen mereka terhadap dialog berkelanjutan dan kolaborasi yang lebih dalam di sektor ekonomi kreatif. Kemitraan yang diperkuat ini diharapkan dapat mendorong inovasi, memperluas akses pasar global, dan memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan di kedua negara.

Radi Manggala, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *